Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi Bisnis » OJK: Pembukaan Akun Keuangan Pada BIK 2026 Capai 27,73 Juta

OJK: Pembukaan Akun Keuangan Pada BIK 2026 Capai 27,73 Juta

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA  – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 mencatatkan capaian perluasan akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan dengan total pembukaan 27,73 juta rekening atau akun.

Jumlah tersebut terdiri atas 7,21 juta rekening perbankan, 2,07 juta rekening pasar modal, 5,38 juta polis asuransi, 2,07 juta rekening perusahaan pembiayaan, 4,63 juta rekening pegadaian, serta 5,87 juta akun fintech.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, menegaskan bahwa perluasan akses keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan.

Dengan begitu, langkah perluasan akses keuangan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan ketahanan keuangan keluarga.

“Industri keuangan itu kuncinya cuma satu, kalau masyarakat percaya,” kata Dicky.

Menurut dia, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan industri jasa keuangan.

Oleh karena itu, OJK terus mendorong industri untuk menghadirkan produk dan layanan yang transparan, bertanggung jawab, serta sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

Berdasarkan catatan OJK, pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan tak hanya mencatatkan capaian perluasan akses melainkan juga literasi dan inklusi keuangan sebanyak 6.446 kegiatan yang menjangkau lebih dari 798 ribu peserta di seluruh Indonesia sepanjang Oktober 2026.

OJK menyampaikan, Bulan Inklusi Keuangan 2026 turut mengedepankan pemerataan akses keuangan dengan menjangkau masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta berbagai kelompok prioritas, antara lain perempuan, pelajar dan pemuda, pelaku UMKM, pekerja sektor informal, petani dan nelayan, penyandang disabilitas, serta masyarakat perdesaan.

Dicky juga menekankan pentingnya mengarahkan berbagai program literasi dan inklusi keuangan pada tujuan yang lebih luas, yaitu meningkatkan kesejahteraan keuangan keluarga.

Upaya tersebut sejalan dengan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) yang diresmikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di Jakarta, 22 Oktober 2026.

Pembentukan DNKK diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan sinergi antarpemangku kepentingan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara sehat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Adapun puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) diselenggarakan bersamaan dengan Financial Expo (FinExpo) 2026 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/10).

FinExpo 2026 yang berlangsung dari 29 Oktober hingga 1 November 2026 itu merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal.

Kegiatan tersebut menghadirkan pameran produk dan layanan dari berbagai pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) dan pelaku UMKM, serta beragam kegiatan edukatif dan interaktif, antara lain gelar wicara, lokakarya, kompetisi, dan hiburan.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman menyampaikan bahwa kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan memiliki peran penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif.

“Melalui momentum FinExpo 2026 ini, kami berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sehingga akses keuangan semakin luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, peternak, dan berbagai sektor produktif lainnya,” kata Darwisman.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Studi Kasus: Mengoptimalkan Cara Mengelola Keuangan Bisnis bagi Pemula

    Studi Kasus: Mengoptimalkan Cara Mengelola Keuangan Bisnis bagi Pemula

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Mulailah dengan mencatat semua pemasukan dan pengeluaran tiap hari, lalu alokasikan setidaknya 30 % untuk biaya operasional, 20 % untuk tabungan atau investasi kembali, dan sisanya untuk profit. Pisahkan rekening pribadi dan bisnis serta gunakan aplikasi akuntansi sederhana untuk memantau arus kas secara real‑time. Dengan anggaran terstruktur, Anda bisa mengidentifikasi sumber pengeluaran berlebih dan mengoptimalkan […]

  • Prabowo Minta PLN Bertransformasi, Target Penggunaan Panel Surya Capai 100 GW

    Prabowo Minta PLN Bertransformasi, Target Penggunaan Panel Surya Capai 100 GW

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta PT PLN (Persero) melakukan transformasi menyeluruh untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas layanan kelistrikan nasional. Salah satu agenda yang menjadi perhatian pemerintah adalah percepatan penggunaan panel surya dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt (GW). Arahan tersebut dibahas dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/10/2026), yang melibatkan sejumlah pejabat, termasuk […]

  • KH Said Aqil Siroj Dilantik sebagai Anggota Wantimpres, Sofwan Erce: Ini Amanah Pengabdian untuk Bangsa

    KH Said Aqil Siroj Dilantik sebagai Anggota Wantimpres, Sofwan Erce: Ini Amanah Pengabdian untuk Bangsa

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle M. Sofwan Erce
    • 0Komentar

    astacitamedia.id – JAKARTA 02/10– Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., resmi dilantik sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia. Pelantikan tersebut menandai babak baru pengabdian Kiai Said di tingkat kenegaraan setelah perjalanan panjangnya sebagai ulama, akademisi, dan tokoh kebangsaan. Sekretaris Pribadi KH Said Aqil Siroj, M. Sofwan Erce, membenarkan kabar tersebut. Menurut Sofwan, […]

  • Tantangan Demokrasi Pancasila di Era Digital: Praktik Kebhinekaan

    Tantangan Demokrasi Pancasila di Era Digital: Praktik Kebhinekaan

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Di era digital, demokrasi Pancasila terguncang oleh penyebaran hoaks serta polarisasi di media sosial, yang menguji toleransi dan partisipasi warga. Selain itu, kontrol data dan algoritma platform sering mengaburkan transparansi, memaksa regulasi menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan nilai‑nilai kebangsaan. Tekanan pada nilai‑nilai demokrasi Pancasila muncul ketika ruang‑ruang digital mempercepat penyebaran narasi yang menantang persatuan, […]

  • Golkar Klaim Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat Selama 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Golkar Klaim Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat Selama 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Partai Golkar menilai perekonomian Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Capaian tersebut disebut menjadi indikasi bahwa arah kebijakan ekonomi pemerintah berada di jalur yang tepat. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, mengatakan data yang tersedia menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif lebih tinggi […]

  • Patroli Laut vs Satelit: Solusi Tantangan Keamanan Maritim Indonesia

    Patroli Laut vs Satelit: Solusi Tantangan Keamanan Maritim Indonesia

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Indonesia harus menghadapi tekanan besar berupa penyelundupan, perompakan, dan pencemaran laut, terutama di Selat Malaka serta perairan Natuna. Karena wilayahnya yang sangat luas, sumber daya terbatas, dan koordinasi lintas‑instansi yang masih belum optimal, pengawasan serta penegakan hukum di laut menjadi sangat menantang. Masalah keamanan perairan Indonesia muncul karena wilayah laut yang sangat luas, […]

expand_less