Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Golkar Klaim Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat Selama 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Golkar Klaim Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat Selama 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Partai Golkar menilai perekonomian Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Capaian tersebut disebut menjadi indikasi bahwa arah kebijakan ekonomi pemerintah berada di jalur yang tepat.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, mengatakan data yang tersedia menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara lain.

“Data menunjukkan, Indonesia sedang tumbuh cepat, rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain,” ujar Sarmuji dalam siaran pers, Selasa (20/10/2026).

Ia memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,45 persen sepanjang semester I 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sarmuji meyakini pemerintah Prabowo-Gibran berada pada jalur pembangunan yang tepat. Menurutnya, hasil dari kebijakan yang dijalankan membutuhkan waktu untuk terlihat secara menyeluruh.

“Kami meyakini pemerintah sedang berjalan dalam koridor yang tepat. Memang butuh waktu untuk melihat hasil dari apa yang ditanam. Tapi kami yakin, kerja keras dan ikhlas akan menghasilkan hasil yang lebih baik,” tuturnya.

Golkar Soroti Perubahan Paradigma Pembangunan

Selain pertumbuhan ekonomi, Sarmuji menilai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran ditandai dengan perubahan paradigma pembangunan yang lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Ia menyebut pemerintah tengah menerapkan konsep ekonomi konstitusi, yakni pendekatan pembangunan yang menempatkan rakyat sebagai orientasi sekaligus subjek utama pembangunan.

Menurut Sarmuji, berbagai program pemerintah dirancang untuk memperkuat kemampuan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, dalam memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan.

“Kalau kita perhatikan secara saksama, seluruh program pemerintah hari ini dimaksudkan agar rakyat, terutama rakyat kecil, menjadi lebih berdaya,” katanya.

Sejumlah program yang menjadi perhatian Golkar antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Cek Kesehatan Gratis. Program-program tersebut dinilai menyasar kebutuhan mendasar masyarakat di bidang gizi, pendidikan, dan kesehatan.

Penurunan Harga Pupuk hingga Swasembada Beras

Di sektor pertanian, Sarmuji turut menyoroti kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi yang ditujukan untuk membantu petani. Ia juga menyinggung pencapaian swasembada beras sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Selain itu, percepatan pembangunan listrik desa disebut menjadi langkah penting untuk memperluas akses energi dan mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.

Menurutnya, berbagai kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan dasar.

Meski demikian, Sarmuji mengakui bahwa kebijakan dan capaian pemerintah masih menimbulkan keraguan di sebagian kalangan. Ia menilai perubahan arah pembangunan membutuhkan waktu agar hasilnya dapat dipahami dan dirasakan secara lebih luas.

“Pergeseran paradigma ini kadang mengagetkan sebagian orang. Sebagian merasa tidak yakin dengan langkah pemerintah,” imbuhnya.

Golkar pun menilai keberlanjutan program dan konsistensi pelaksanaan kebijakan menjadi faktor penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Toleransi Beragama dan Wawasan Nusantara: 3 Praktik Nyata di Lapangan

    Toleransi Beragama dan Wawasan Nusantara: 3 Praktik Nyata di Lapangan

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Membangun toleransi beragama sekaligus memperkuat Wawasan Nusantara berarti menumbuhkan rasa hormat antar‑umat berkeyakinan berbeda sambil menegaskan komitmen pada persatuan Indonesia. Pendekatan paling efektif biasanya melibatkan pendidikan yang menekankan nilai‑nilai Pancasila, dialog antar‑agama di tingkat komunitas, serta kebijakan publik yang menjamin kebebasan beribadah tanpa mengorbankan identitas kebangsaan. Dengan cara itu, keberagaman menjadi kekuatan bersama, […]

  • Tantangan Demokrasi Pancasila di Era Digital: Praktik Kebhinekaan

    Tantangan Demokrasi Pancasila di Era Digital: Praktik Kebhinekaan

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Di era digital, demokrasi Pancasila terguncang oleh penyebaran hoaks serta polarisasi di media sosial, yang menguji toleransi dan partisipasi warga. Selain itu, kontrol data dan algoritma platform sering mengaburkan transparansi, memaksa regulasi menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan nilai‑nilai kebangsaan. Tekanan pada nilai‑nilai demokrasi Pancasila muncul ketika ruang‑ruang digital mempercepat penyebaran narasi yang menantang persatuan, […]

  • Pemerintah Perpanjang Penahapan Sertifikasi Halal Hingga 2028

    Pemerintah Perpanjang Penahapan Sertifikasi Halal Hingga 2028

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah memperpanjang masa penahapan kewajiban sertifikasi halal bagi sejumlah produk dan jasa hingga Oktober 2028, dari jadwal yang semula mulai berlaku pada 18 Oktober 2026, dengan mempertimbangkan kesiapan pelaku usaha dan ekosistem halal nasional. Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan penyesuaian tersebut akan dilakukan melalui perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor […]

  • Modernisasi alutsista TNI terbaru: Efisiensi Operasi di Lapangan

    Modernisasi alutsista TNI terbaru: Efisiensi Operasi di Lapangan

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: TNI tengah mempercepat penggantian perlengkapan lama dengan platform baru seperti jet tempur Rafale dan F‑35, tank K2 Black Panther, serta kapal selam kelas Type 209/1400. Program modernisasi ini juga mencakup pengadaan sistem pertahanan udara berbasis S-70 dan kendaraan lapis baja berteknologi tinggi untuk meningkatkan mobilitas di medan yang beragam. Secara keseluruhan, upaya tersebut […]

  • Menkum Supratman Ungkap Arahan Prabowo: Pangkas Aturan Rumit dan Percepat Perizinan

    Menkum Supratman Ungkap Arahan Prabowo: Pangkas Aturan Rumit dan Percepat Perizinan

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengungkap arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyederhanakan regulasi dan menghapus aturan yang tidak lagi diperlukan. Langkah tersebut dinilai penting agar pembangunan nasional dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat oleh prosedur birokrasi yang rumit. Arahan itu disampaikan Supratman saat membuka Forum Nasional Pembangunan Hukum di Aula Kementerian Hukum, Jakarta […]

  • geo-politik asia tenggara dan posisi indonesia

    Geo-Politik Asia Tenggara dan Posisi Indonesia: Kebijakan Efektif

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Indonesia menempati peran sentral dalam geopolitik Asia Tenggara karena letak geografisnya yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik, serta keanggotaannya yang kuat dalam ASEAN. Dengan populasi terbesar dan ekonomi yang terus tumbuh, ia menjadi jembatan antara kepentingan negara‑negara besar seperti Amerika Serikat, China, dan Jepang, sambil menjaga stabilitas regional melalui diplomasi dan kerjasama keamanan. […]

expand_less