Arah Baru Polri di Bawah Suyudi Ario Seto, Lanjutkan Pembenahan dan Reformasi
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Pergantian kepemimpinan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membuka babak baru bagi institusi Bhayangkara dalam memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan melanjutkan agenda reformasi internal. Jenderal Suyudi Ario Seto yang dilantik sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026 kini menghadapi tantangan untuk meneruskan capaian pendahulunya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sekaligus menuntaskan pekerjaan rumah yang masih tersisa.
Pergantian pucuk pimpinan ini berlangsung menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam periode tersebut, Polri dituntut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menilai, kepemimpinan Listyo Sigit telah meletakkan sejumlah fondasi pembenahan untuk mendorong Polri menjadi institusi yang lebih humanis dan profesional. Menurutnya, capaian tersebut perlu dipertahankan dan diperkuat di bawah kepemimpinan baru.
“Dengan segala rintangan yang ada, banyak hal yang telah berhasil dicapai. Namun, tentu pekerjaan rumah yang ditinggalkan itu selalu ada, tetapi fondasi pembenahan yang sudah dibangun bisa dilanjutkan dan diperkuat oleh Kapolri saat ini,” kata Sahroni kepada Kompas.com, Rabu (14/10/2026).
Ia berharap, kepemimpinan Suyudi dapat memperkuat profesionalisme personel, meningkatkan mutu pelayanan, serta memastikan masyarakat merasakan kehadiran polisi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.
Selama menjabat sejak Januari 2021, Listyo Sigit memimpin Polri menghadapi beragam tantangan, mulai dari penanganan pandemi Covid-19, pengamanan pilkada dan Pemilu 2024, penanganan bencana alam, hingga pengamanan berbagai agenda nasional dan internasional.
Pemerhati kepolisian sekaligus mantan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti, menilai Listyo Sigit telah melewati berbagai situasi sulit selama memimpin institusi tersebut. Ia menyoroti peran kepemimpinan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika nasional.
“Beliau mumpuni, karena berhasil melewati tahun-tahun yang berat untuk memimpin Institusi Polri menjaga harkamtibmas,” ujar Poengky kepada Kompas.com, Rabu.
Selain menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan, Poengky menilai, pada masa kepemimpinan Listyo Sigit terdapat sejumlah upaya pembenahan internal. Di antaranya, mendorong perempuan menduduki posisi strategis di kepolisian serta membentuk Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO).
Poengky berharap, berbagai inisiatif tersebut dapat diteruskan oleh Suyudi. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya menyelesaikan pekerjaan rumah reformasi kepolisian, terutama dalam membangun budaya kerja yang humanis dan meningkatkan kualitas pelayanan seluruh anggota kepada masyarakat.
“Sedangkan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan adalah melaksanakan Reformasi Polri Jilid II, termasuk menjadikan seluruh anggota Polri menjadi humanis dan menjadikan Polri sebagai World Class Organization yang membanggakan Indonesia,” kata dia.
Tantangan bagi kepemimpinan baru tidak hanya berkaitan dengan keberlanjutan program, tetapi juga bagaimana agenda reformasi diwujudkan dalam praktik sehari-hari. Profesionalisme aparat, akuntabilitas penegakan hukum, kualitas pelayanan, dan kepercayaan masyarakat menjadi sejumlah aspek yang akan menentukan arah pembenahan Polri ke depan.
Dengan pergantian kepemimpinan tersebut, publik menantikan langkah konkret Suyudi dalam menjaga kesinambungan pembenahan sekaligus menjawab persoalan yang belum tuntas. Agenda Reformasi Polri Jilid II pun menjadi salah satu pekerjaan penting untuk mendorong institusi kepolisian semakin profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar