Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Jelang Dua Tahun Prabowo, Gerindra Ungkap Capaian Ekonomi dan Program Sosial

Jelang Dua Tahun Prabowo, Gerindra Ungkap Capaian Ekonomi dan Program Sosial

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Partai Gerindra menilai dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diwarnai sejumlah capaian dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat kemandirian nasional, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, partai tersebut menekankan pentingnya evaluasi agar manfaat kebijakan pemerintah dapat dirasakan secara lebih merata.

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, mengatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, sejumlah perkembangan terlihat dari penguatan produksi pangan, perluasan akses pendidikan dan kesehatan, serta percepatan hilirisasi industri.

“Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan kemajuan dalam memperkuat kemandirian nasional dan kesejahteraan rakyat,” kata Sugiat dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Sugiat yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI menyampaikan bahwa capaian pemerintah perlu diapresiasi tanpa mengabaikan berbagai tantangan yang masih harus diselesaikan. Ia menilai evaluasi kebijakan perlu diarahkan pada pemerataan manfaat, ketepatan sasaran program, kualitas pelaksanaan, serta efektivitas penggunaan anggaran negara.

Menurut Sugiat, keberhasilan program prioritas tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan atau penerima manfaat. Dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat harus menjadi salah satu tolok ukur utama.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Sementara itu, tingkat kemiskinan nasional turun dari 8,25 persen pada September 2025 menjadi 8,07 persen pada Maret 2026. Jumlah penduduk miskin juga dilaporkan berkurang sekitar 430 ribu orang.

Di sektor pangan, Sugiat menyoroti laporan pemerintah mengenai capaian swasembada delapan komoditas strategis, yakni beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Pemerintah juga disebut menyederhanakan 145 aturan penyaluran pupuk serta menurunkan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sejak Oktober 2025. Selain itu, nilai tukar petani pada September 2026 tercatat mencapai 131,11 atau meningkat 1,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Meski demikian, Sugiat menilai penguatan produksi pangan harus diikuti upaya menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi di seluruh daerah. Ketersediaan pupuk serta antisipasi terhadap gangguan pasokan juga perlu menjadi perhatian agar peningkatan produksi memberikan manfaat langsung bagi petani dan konsumen.

Pada bidang pendidikan dan kesehatan, ia menyampaikan bahwa program cek kesehatan gratis dilaporkan telah menjangkau 99,1 juta orang. Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tercatat mencakup sekitar 57 juta penerima manfaat hingga Agustus 2026.

Program Sekolah Rakyat juga disebut telah beroperasi di 182 lokasi dengan jumlah siswa sekitar 44 ribu orang. Sugiat menilai perluasan program sosial tersebut harus diiringi pengawasan, peningkatan mutu layanan, serta penyaluran bantuan yang tepat sasaran.

Ia turut menekankan pentingnya menjamin keamanan pangan dan kualitas pelaksanaan program agar manfaatnya tidak hanya terlihat dari jumlah penerima, tetapi juga dari mutu layanan dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

Di bidang industri dan pengelolaan sumber daya alam, Sugiat menyoroti 26 proyek strategis melalui Danantara yang dilaporkan memiliki nilai investasi Rp225 triliun, dengan proyeksi penyerapan 37.833 tenaga kerja.

Pemerintah juga melaporkan penguasaan kembali 6,22 juta hektare kawasan hutan hingga 6 Oktober 2026 melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan.

Menurut Sugiat, keberhasilan hilirisasi dan penataan aset negara perlu diukur melalui realisasi investasi, penyerapan tenaga kerja, peningkatan penerimaan negara, serta manfaat ekonomi bagi daerah penghasil. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam.

“Hilirisasi juga harus memberikan nilai tambah di dalam negeri, membuka lapangan kerja, serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Gerindra, lanjut Sugiat, mengapresiasi capaian pemerintahan Prabowo-Gibran sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan terhadap program yang belum berjalan optimal. Pemerataan pembangunan, efektivitas anggaran, dan dampak kebijakan terhadap kehidupan masyarakat dinilai perlu terus menjadi perhatian pemerintah.

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran genap pada Selasa (20/10/2026). Prabowo resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024 bersama Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Minta PLN Bertransformasi, Target Penggunaan Panel Surya Capai 100 GW

    Prabowo Minta PLN Bertransformasi, Target Penggunaan Panel Surya Capai 100 GW

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta PT PLN (Persero) melakukan transformasi menyeluruh untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas layanan kelistrikan nasional. Salah satu agenda yang menjadi perhatian pemerintah adalah percepatan penggunaan panel surya dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt (GW). Arahan tersebut dibahas dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/10/2026), yang melibatkan sejumlah pejabat, termasuk […]

  • Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi Untuk 3.679 SPBU

    Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi Untuk 3.679 SPBU

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah meluncurkan program Pengawal Energi 2026 untuk memperkuat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi dan penugasan dengan melibatkan putra-putri daerah dan ditargetkan menjangkau 3.679 SPBU di seluruh Indonesia. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot meluncurkan program tersebut pada Malam Puncak Perayaan Hari Jadi ke-81 Pertambangan dan Energi di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Pada […]

  • Cara Mengatasi Dampak Perubahan Iklim di Indonesia lewat Adaptasi Desa

    Cara Mengatasi Dampak Perubahan Iklim di Indonesia lewat Adaptasi Desa

    • calendar_month 20 jam yang lalu
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Perubahan iklim di Indonesia dapat dikurangi lewat kombinasi aksi mitigasi dan adaptasi: mempercepat reforestasi serta konservasi hutan, beralih ke energi terbarukan seperti tenaga surya dan biomassa, dan mengoptimalkan tata kelola lahan dengan praktik pertanian berkelanjutan. Di tingkat komunitas, edukasi tentang pengelolaan air, pembangunan infrastruktur tahan banjir, serta pelibatan masyarakat dalam program kesiapsiagaan bencana […]

  • KH Said Aqil Siroj Dilantik sebagai Anggota Wantimpres, Sofwan Erce: Ini Amanah Pengabdian untuk Bangsa

    KH Said Aqil Siroj Dilantik sebagai Anggota Wantimpres, Sofwan Erce: Ini Amanah Pengabdian untuk Bangsa

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle M. Sofwan Erce
    • 0Komentar

    astacitamedia.id – JAKARTA 02/10– Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., resmi dilantik sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia. Pelantikan tersebut menandai babak baru pengabdian Kiai Said di tingkat kenegaraan setelah perjalanan panjangnya sebagai ulama, akademisi, dan tokoh kebangsaan. Sekretaris Pribadi KH Said Aqil Siroj, M. Sofwan Erce, membenarkan kabar tersebut. Menurut Sofwan, […]

  • KPK Tetapkan Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai

    KPK Tetapkan Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa terkait dana siap pakai (DSP) kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (14/10/2026). Salah satu tersangka adalah Bima Setyawan, adik sekaligus tenaga ahli Kepala BNPB Suharyanto. Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan informasi mengenai penetapan Bima […]

  • Keamanan Siber Nasional dan Perlindungan Data: Kebijakan vs Solusi Cloud

    Keamanan Siber Nasional dan Perlindungan Data: Kebijakan vs Solusi Cloud

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Secara umum, keamanan siber nasional mencakup kebijakan, koordinasi lintas lembaga, dan penguatan infrastruktur kritis agar jaringan pemerintah, energi, dan transportasi tetap tahan terhadap serangan digital. Sementara perlindungan data menitikberatkan pada regulasi seperti PDP, enkripsi, serta prosedur respons insiden untuk menjaga privasi dan integritas informasi pribadi serta bisnis. Kedua elemen ini saling melengkapi dalam […]

expand_less