Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Menteri PPPA: Perempuan Harus Memiliki Kesempatan Ekonomi Lebih Luas

Menteri PPPA: Perempuan Harus Memiliki Kesempatan Ekonomi Lebih Luas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengatakan perempuan harus memiliki kesempatan ekonomi yang lebih luas, sehingga keberhasilannya harus dirasakan oleh keluarga.

“Laki-laki harus terlibat dalam pengasuhan anak, sehingga anak-anak juga memperoleh pengasuhan yang sama serta berkualitas,” kata Menteri Fauzi sebagai pembicara kunci dalam Dialog Kebijakan International Day of Care and Support (IDCS) melalui zoom di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan pemerintah berperan memperkuat kebijakan dan koordinasi dengan dunia usaha dalam memberikan kesempatan perempuan dalam bekerja, sehingga mampu menghadirkan inovasi dan menerapkan praktik nyata di dunia kerja.

Keterlibatan sejumlah asosiasi, usaha penyedia layanan pengasuhan dan organisasi masyarakat sipil, peneliti dan mitra pembangunan juga diperlukan untuk mengidentifikasi hambatan serta merumuskan solusi sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kita juga perlu bergerak dari pengalaman menuju pembelajaran dan dari pembelajaran menuju aksi nyata,” kata Fauzi.

Menteri PPPA mengajak pengasuhan anak sebagai bagian penting dari upaya membangun dunia kerja yang lebih setara, produktif dan ramah keluarga.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan pendiri Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) Shinta Kamdani mengatakan hingga tahun 2026 Indonesia masih saja menghadapi tantangan yang sama dalam masyarakat, yaitu tanggung jawab perawatan yang lebih banyak dipikul oleh perempuan.

Sebuah studi ILO berdasarkan survei terhadap 493 responden dari Oktober sampai November 2025 menegaskan bahwa tanggung jawab perawatan dalam keluarga masih salah satu hambatan utama perempuan untuk maju dan berkembang dalam karirnya.

“Sebanyak 42,1 persen responden di level manajemen puncak, 47,1 persen di level manajemen senior, dan 40,4 persen di level manajemen menengah menyebutnya sebagai hambatan utama,” kata Shinta.

Menurutnya, ketika perempuan harus memilih antara tanggung jawab keluarga dan peluang karir, maka perusahaan juga ikut kehilangan kesempatan untuk mengembangkan talenta terbaiknya.

Bagi dunia usaha, katanya lagi, ini bukan sekadar isu perempuan saja tapi ini adalah persoalan talenta, produktivitas, kemampuan berinovasi dan keberlanjutan bisnis.

Pemerintah perlu menyediakan kebijakan dan panduan yang jelas dan penyedia layanan perlu mendukung ketersediaan pengasuhan yang berkualitas dan terjangkau. Pekerja termasuk laki-laki juga perlu ambil bagian dalam tanggung jawab perawatan.

“Ketika perempuan pekerja merasa didukung, maka mereka memiliki peluang lebih besar untuk bertahan, berkembang dan memberikan kontribusi terbaiknya,” katanya pula.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relawan Kalimantan: Menhut Sudah Siaga di Lapangan Sebelum Karhutla Terjadi

    Relawan Kalimantan: Menhut Sudah Siaga di Lapangan Sebelum Karhutla Terjadi

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, 21 Oktober 2026. Relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menilai Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni telah mengambil langkah cepat dan tepat dalam memimpin pengendalian karhutla tahun ini. Menurut mereka, kesiapsiagaan pemerintah sudah dibangun jauh sebelum puncak kemarau tiba. Namun, siklus cuaca ekstrem El Nino membuat penanganan api tetap menuntut fokus tanpa […]

  • Bantah Wacana Ponsel Gratis, Airlangga Tegaskan Tidak Pernah Dibahas di Pemerintah

    Bantah Wacana Ponsel Gratis, Airlangga Tegaskan Tidak Pernah Dibahas di Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah pemerintah memiliki rencana membagikan telepon genggam atau ponsel gratis kepada masyarakat untuk mendukung digitalisasi penyaluran bantuan sosial. Pernyataan tersebut merespons gagasan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, yang sebelumnya mengusulkan pemberian ponsel gratis dengan rekening digital dan saldo awal bagi masyarakat. Airlangga menegaskan, […]

  • Kemenhut Libatkan Masyarakat Peduli Api, Kelompok Tani Hutan, Masyarakat Adat dan Relawan Atasi Karhutla

    Kemenhut Libatkan Masyarakat Peduli Api, Kelompok Tani Hutan, Masyarakat Adat dan Relawan Atasi Karhutla

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, 21 Oktober 2026 — Pemerintah menegaskan telah dan terus bekerja serius untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan kolaborasi parapihak. Salah satunya dengan memperkuat penanganan karhutla dengan melibatkan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA), Kelompok Tani Hutan, masyarakat adat, dan relawan bersama Manggala Agni serta petugas lapangan. Penguatan dilakukan melalui patroli, pelaporan dini, pemadaman, […]

  • Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Stok Beras Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

    Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Stok Beras Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional melalui peningkatan produksi, penguatan cadangan beras, serta kebijakan yang berpihak kepada petani. Berbagai langkah strategis tersebut menunjukkan hasil positif, dengan stok beras nasional pada Oktober 2026 mencapai 4,56 juta ton, yang disebut sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah. “Kemudian sekarang 2026 stok kita pada bulan Oktober […]

  • Mengungkap Solusi Penguatan Ideologi Pancasila bagi Generasi Muda

    Mengungkap Solusi Penguatan Ideologi Pancasila bagi Generasi Muda

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Penguatan ideologi Pancasila bagi generasi muda penting karena ia menjadi landasan moral dan kebangsaan yang menumbuhkan rasa persatuan serta toleransi dalam era digital. Praktiknya meliputi integrasi nilai‑nilai Pancasila dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, serta platform media sosial yang menampilkan contoh konkret kepedulian sosial, gotong‑royong, dan penghargaan terhadap keberagaman. Dengan pendekatan ini, pemuda dapat menginternalisasi […]

  • Studi Kasus: Transisi energi hijau dan dampaknya bagi masyarakat

    Studi Kasus: Transisi energi hijau dan dampaknya bagi masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peralihan ke energi hijau biasanya meningkatkan kualitas udara dan menurunkan biaya kesehatan karena berkurangnya polusi, sekaligus membuka peluang kerja di sektor teknologi bersih. Namun, masyarakat juga harus menyesuaikan diri dengan perubahan tarif listrik dan kebutuhan investasi awal pada infrastruktur baru, yang bisa menimbulkan beban sementara bagi rumah tangga berpenghasilan rendah. Dengan kebijakan yang […]

expand_less