Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi Bisnis » Eksplorasi Migas Laut Bali Bukti Potensi Energi RI Masih Menjanjikan

Eksplorasi Migas Laut Bali Bukti Potensi Energi RI Masih Menjanjikan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Langkah dua perusahaan energi, British Petroleum (BP) dan Inpex Corporation dalam membagi hak partisipasi di Wilayah Kerja Minyak dan Gas Agung I dan Agung II Bali menjadi sinyal kuat potensi energi di Indonesia masih menjanjikan.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan keterlibatan BP dan Inpex memegang peranan yang sangat strategis dalam peta jalan ketahanan energi nasional.

“Keduanya dikenal memiliki kapasitas finansial dan teknologi tinggi dalam mengelola blok-blok migas jumbo di tanah air,” katanya.

Keputusan investasi senilai 42,7 juta dolar AS itu sekaligus membuktikan tingginya kepercayaan investor global terhadap iklim usaha hulu migas di tanah air.

BP saat ini tercatat sebagai produsen gas terbesar di Indonesia. Berdasarkan data SKK Migas periode Januari-Juli 2026, BP Berau menyumbang sekitar 1.478 MMSCFD atau 28 persen dari total penyaluran gas nasional, yang sebagian besar bersumber dari fasilitas Tangguh LNG di Teluk Bintuni, Papua Barat.

Proyek lanjutan BP seperti Ubadari dan fasilitas penangkapan karbon (CCUS) senilai 7 miliar dolar AS juga diproyeksikan membuka pasokan 3 TCF gas baru mulai 2028.

Sementara, Inpex memegang kendali atas Proyek Abadi di Blok Masela, salah satu cadangan gas terbesar yang belum dikembangkan. Proyek tersebut dirancang menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun serta 150 MMSCFD gas pipa untuk pasar domestik dengan nilai investasi mencapai 20,9 miliar dolar AS.

Dengan rekam jejak tersebut, BP dan Inpex berkomitmen mengucurkan investasi besar senilai 42,7 juta dolar AS di WK Migas Agung I dan Agung II di perairan Bali. Konsorsium itu menjadwalkan survei seismik secara masif, mencakup seismik 2D sepanjang 285 km dan seismik 3D seluas 3.650 km.

Lebih lanjut, Yayan juga menyoroti pentingnya sinergi dan dukungan kuat dari pemerintah daerah dalam mengamankan kelancaran proyek strategis nasional tersebut. Menurutnya, hambatan birokrasi maupun sosial dapat berdampak langsung pada nilai keekonomian proyek.

“Setiap tahun tertunda menggerus sekitar 10 persen nilai kini penerimaan negara dari proyek ini. Penundaan 4 tahun menghapus sepertiganya. Dukungan gubernur penting, terutama untuk urusan dalam kewenangan daerah,” ucapnya.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak kecil. Selain peluang sukses geologi di wilayah perbatasan laut dalam yang diperkirakan sekitar 20 persen, faktor keekonomian dan kepastian harga jual gas domestik menjadi kunci utama agar proyek ini dapat berlanjut hingga tahap keputusan investasi akhir (FID).

Jika temuan gas raksasa di perairan Bali benar-benar terwujud, dampaknya diyakini tidak hanya memperkuat pendapatan daerah melalui dana bagi hasil (DBH), tetapi juga menjadi solusi mandiri pasokan listrik Pulau Dewata di masa transisi energi.

“Kini Bali masih bergantung pada kabel dari Jawa sekitar 270-340 MW,” kata Yayan.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menekraf Dorong Desa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

    Menekraf Dorong Desa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Wonosobo – Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan potensi desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kreatif baru, salah satunya melalui pengembangan desa kreatif di Desa Kadipaten, Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah Riefky di Wonosobo, Minggu, mengatakan upaya itu dilakukan dengan mengoptimalkan potensi budaya lokal, kreativitas masyarakat serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas peluang […]

  • Capaian Pangan Prabowo-Gibran: Produksi Padi Naik 13,29%, Cadangan Beras 4,6 Juta Ton

    Capaian Pangan Prabowo-Gibran: Produksi Padi Naik 13,29%, Cadangan Beras 4,6 Juta Ton

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi, penguatan cadangan beras, pembangunan irigasi, dan modernisasi pertanian. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi nasional pada 2025 mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG), naik 13,29% dibandingkan 2024. Produksi beras untuk […]

  • Meutya Hafid Minta Warga Ajukan Banding jika Konten Karhutla Dihapus Platform Digital

    Meutya Hafid Minta Warga Ajukan Banding jika Konten Karhutla Dihapus Platform Digital

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta masyarakat mengajukan banding kepada platform digital apabila unggahan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dihapus atau terkena take down. Masyarakat juga diminta melaporkan kejadian tersebut kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Meutya menyampaikan imbauan itu menyusul munculnya laporan penghapusan konten karhutla di sejumlah platform, termasuk […]

  • Kemenhut Libatkan Masyarakat Peduli Api, Kelompok Tani Hutan, Masyarakat Adat dan Relawan Atasi Karhutla

    Kemenhut Libatkan Masyarakat Peduli Api, Kelompok Tani Hutan, Masyarakat Adat dan Relawan Atasi Karhutla

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, 21 Oktober 2026 — Pemerintah menegaskan telah dan terus bekerja serius untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan kolaborasi parapihak. Salah satunya dengan memperkuat penanganan karhutla dengan melibatkan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA), Kelompok Tani Hutan, masyarakat adat, dan relawan bersama Manggala Agni serta petugas lapangan. Penguatan dilakukan melalui patroli, pelaporan dini, pemadaman, […]

  • Studi Kasus: Mengoptimalkan Cara Mengelola Keuangan Bisnis bagi Pemula

    Studi Kasus: Mengoptimalkan Cara Mengelola Keuangan Bisnis bagi Pemula

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Mulailah dengan mencatat semua pemasukan dan pengeluaran tiap hari, lalu alokasikan setidaknya 30 % untuk biaya operasional, 20 % untuk tabungan atau investasi kembali, dan sisanya untuk profit. Pisahkan rekening pribadi dan bisnis serta gunakan aplikasi akuntansi sederhana untuk memantau arus kas secara real‑time. Dengan anggaran terstruktur, Anda bisa mengidentifikasi sumber pengeluaran berlebih dan mengoptimalkan […]

  • Studi Kasus: Transisi energi hijau dan dampaknya bagi masyarakat

    Studi Kasus: Transisi energi hijau dan dampaknya bagi masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peralihan ke energi hijau biasanya meningkatkan kualitas udara dan menurunkan biaya kesehatan karena berkurangnya polusi, sekaligus membuka peluang kerja di sektor teknologi bersih. Namun, masyarakat juga harus menyesuaikan diri dengan perubahan tarif listrik dan kebutuhan investasi awal pada infrastruktur baru, yang bisa menimbulkan beban sementara bagi rumah tangga berpenghasilan rendah. Dengan kebijakan yang […]

expand_less